Langsung ke konten utama

Pengalaman Nonton Bola di Stadion Joko Samudro Gresik

Selasa sore (25/9) Gresik cerah dengan cahaya matahari yang cukup panas. Menjadi pengalaman pertama saya bisa menonton sepakbola klub asal Gresik yang bernama Gresik United (GU), dari beberapa percakapan suporter lebih suka nama GU dibandingkan Persegres.... jadi saya pakai nama ini saja ya....
Nonton di Stadion GJOS bareng Pak Adi


Dapat tiket VIP langsung dari salah satu asisten pelatih GU, mas Feri alhamdulillah berkesempatan untuk melihat laga kandang GU di liga 2 yang saat ini masih berjuang lepas dari zona degradasi. Saya sendiri mengajak Pak Adi yang juga suka olahraga sepakbola ini.

Rasa penasaran terhadap GU terjadi setelah 2 pertandingan sebelumnya, GU mengalami kemenangan yang cukup dramatis di stadion ini.
Suporter Tribun Selatan

Suporter Ultras


Ada pemandangan yang menarik buat saya adalah, di tribun selatan dengan sengatan matahari yang lumayan panas (menurut saya), ada sekelompok ultras Gresik yang terus menyemangati dengan suara genderang dan yel-yel khasnya.

Saya amati mereka berhenti saat istirahat saja, dengan kaos kuning saya pikir sudah tidak ada suporter di stadion. Dengan asumsi GU sudah terancam degradasi dan sempat di demo dan diboikot oleh beberapa suporter juga.

Dari segi permainan sebenarnya GU lumayanlah melawan tim papan atas asal Madura ini. Setidaknya bisa bermain imbang, walaupun melalui hadiah finalti.

Setidaknya hari ini menjadi hari bersejarah karena baru pertama melihat secara langsung di tribun VIP hehe. Pelajarannya adalah harus ada ikhtiar maksimal untuk mendapatkan hasil yang maksimal, disertai doa dan tidak putus asa menggapai setiap kesempatan yang ada. Bekerjasama dalam tim tidak saling menjatuhkan, sebaliknya saling mendukung.

Sekian dulu ya....semoga kapan-kapan bisa update lagi


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman di Kantor Google Indonesia, Pacific Century Place

Dapat pengalaman baru bulan ini, setelah beberapa pekan sebelumnya dihubungi pihak Google untuk menghadiri sebuah event di Jakarta. Mengharuskan saya harus pergi sendiri ke ibukota, walau secara praktek baik berangkat maupun pulang dipertemukan rekan ngobrol di jalan. Berangkat bersama mas Faris rekan satu Grup WA yang jarang ngobrol, akhirnya bisa ngobrol sejak pertama berangkat naik Bis ke Bandara. Ditambah jamuan kopi gratis bandara yang lumayan istimewa (harganya bisa dibelikan 15 cangkir di warkop Gresik.. hehehe). Pulangnya bareng dokter asal Padang yang secara intensif mengelola sebuah web dan konsultasi kesehatan. Banyak obrolan yang bisa kita ambil pelajarannya. Event kali ini spesial karena pertama kalinya bagi saya menginjakan kaki di kantor Google yang baru yang beralamat di Pacific Century Place lantai 45 Jakarta, dan bertemu langsung dengan beberapa pembuat kebijakan disana. Sesi foto bersama peserta event google di Jakarta. Pengalaman berharga bisa bert

Pengalaman Membantu Aktivasi Website Desa

Membantu aktivasi sebuah domain desa merupakan pengalaman yang sangat menarik. Sebuah instansi pemerintah yang nota bene memiliki administrasi berjenjang yang lumayan panjang. Saya sendiri mengelola salah satu website dengan tema desa saat ini. Kemudian mempertemukan dengan salah satu klien yang juga membuat website desa. Sebenarnya wewenang pembuatan website desa ini harus dilakukan oleh perangkat terkait, karena memang mempersyaratkan memilii email .go.id khusus perangkat. Persyaratan untuk mendapatkan email tidak kalah ribet juga syaratnya. Ada syarat yang cukup privacy yang harus dipenuhi. Seperti SK resmi pengangkatan sebagai perangkat desa. Setelah mendapatkan email, baru kemudian kita bisa mengajukan domain dengan berbagai syarat yang harus dipenuhi  Yang menarik sebenarnya adalah domain desa.id ini menjadi domain resmi yan dikelola Kementrian Komunikasi dan Informatika dan penyedia domain Pandi. Diberikan gratis pada tahun pertama dan berbayar untuk tahun berikutnya. Dan ternya

Belajar 5R, Ringkas Rapi Resik Rawat Rajin

Sekitar pertengahan tahun 2001 setelah lulus SMK, menyandang status sebagai karyawan pabrik. Sepertinya harus saya syukuri kala itu. Kalau melihat teman sebaya yang harus bersayabar mendapatkan status itu. Lebih bersyukur lagi sepertinya saya bisa belajar banyak dari sebuah industri manufaktur saat itu namanya pabrik wiring harness. Dalam tulisan ini saya coab ingat satu pelajaran yang sepertinya masih sangat relevan hingga saat ini. Secara kebetulan pabrik kami bekerja menggunakan budaya kerja 5 R  5 R adalah kepanjangan dari Ringkas Rapi Resik Rawat Rajin Sepintas sebenarnya pekerjaan tersebut adalah pekerjaan rutin yang harus dilakukan setiap pekerja, namun ternyata ketika sudah menjadi budaya maka akan memudahkan dalam proses menyelesaikan pekerjaan. Konsep 5R sendiri diadopsi dari Jepang yaitu 5S. Dan yang menarik lagi adalah ada tim khusus dalam manajemen yang mengurusi 5R, dan akan secara rutin melakukan audit. Dan sesuatu yang sempurna itu tidak langsung tiba-tiba muncul. Ada p