Langsung ke konten utama

Postingan

Belajar Efektif dan Efisien dari Mangga

  Pelajaran singkat yang masih saya ingat adalah tentang efektif dan efisien. Sering mendengar istilah ini tapi masih kesulitan memahaminya. Efektif itu dalah tepat waktu, sementara efisien lebih simpelnya adalah tepat guna. Begitulah sekiranya penjelasan yang saya dapatkan. Dalam sebuah kelas di kampus dulu. Dua variabel ini dipakai untuk mengukur sebuah kinerja apakah berhasil atau tidak. Bersyukur sedikit masih ingat sehingga saat berkunjung ke sebuh kebun mangga yang cukup besar di Gresik. Bagaimana luas lahan 3000 Ha bisa menghasilkan mangga secara rutin kemudian bisa mendistribusikan ke buyer besar. Setidaknya ilmu tentang tepat waktu kapan panen, kapan metik, kapan distribusi bisa terdifinisikan. begitu juga tepat guna daerah mana paling banyak peminatnya, paling ramai yang layak untuk dijual. Begitulah sedikit cerita hari ini, setelah domainnya lama tidak aktif  Tetap belajar dimanapun dan kapanpun.
Postingan terbaru

Pengalaman Membantu Aktivasi Website Desa

Membantu aktivasi sebuah domain desa merupakan pengalaman yang sangat menarik. Sebuah instansi pemerintah yang nota bene memiliki administrasi berjenjang yang lumayan panjang. Saya sendiri mengelola salah satu website dengan tema desa saat ini. Kemudian mempertemukan dengan salah satu klien yang juga membuat website desa. Sebenarnya wewenang pembuatan website desa ini harus dilakukan oleh perangkat terkait, karena memang mempersyaratkan memilii email .go.id khusus perangkat. Persyaratan untuk mendapatkan email tidak kalah ribet juga syaratnya. Ada syarat yang cukup privacy yang harus dipenuhi. Seperti SK resmi pengangkatan sebagai perangkat desa. Setelah mendapatkan email, baru kemudian kita bisa mengajukan domain dengan berbagai syarat yang harus dipenuhi  Yang menarik sebenarnya adalah domain desa.id ini menjadi domain resmi yan dikelola Kementrian Komunikasi dan Informatika dan penyedia domain Pandi. Diberikan gratis pada tahun pertama dan berbayar untuk tahun berikutnya. Dan ternya

Belajar 5R, Ringkas Rapi Resik Rawat Rajin

Sekitar pertengahan tahun 2001 setelah lulus SMK, menyandang status sebagai karyawan pabrik. Sepertinya harus saya syukuri kala itu. Kalau melihat teman sebaya yang harus bersayabar mendapatkan status itu. Lebih bersyukur lagi sepertinya saya bisa belajar banyak dari sebuah industri manufaktur saat itu namanya pabrik wiring harness. Dalam tulisan ini saya coab ingat satu pelajaran yang sepertinya masih sangat relevan hingga saat ini. Secara kebetulan pabrik kami bekerja menggunakan budaya kerja 5 R  5 R adalah kepanjangan dari Ringkas Rapi Resik Rawat Rajin Sepintas sebenarnya pekerjaan tersebut adalah pekerjaan rutin yang harus dilakukan setiap pekerja, namun ternyata ketika sudah menjadi budaya maka akan memudahkan dalam proses menyelesaikan pekerjaan. Konsep 5R sendiri diadopsi dari Jepang yaitu 5S. Dan yang menarik lagi adalah ada tim khusus dalam manajemen yang mengurusi 5R, dan akan secara rutin melakukan audit. Dan sesuatu yang sempurna itu tidak langsung tiba-tiba muncul. Ada p

De Javu

Seringkali kita merasakan namanya 'de javu' atau terkadang melihat atau melakukan sebuah pengalaman hidup yang berulang. Saya tidak tahu sejarah populer istilah ini. Dan belum ada riset juga kalau semua orang merasakan hal serupa. Dipertemukan orang-orang yang pernah dekat dan memiliki kemiripan dalam pendekatan vokal atau wajah. Minggu-minggu ini saya de javu ke masa beberapa tahun lalu. Bagaimana memulai sebuah perjalanan hidup yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Sepertinya saya menulis ini juga de javu..karena sudah lama tidak update blog ini sejak awal pandemi masuk ke lingkaran terdekat kita. Kira kira harus menulis apa lagi kah .... Ketemu orang orang baik yang ternyata masih ingat kepada kita. Itu adalah de javu versi saya. Mereka datang dan menyapa dengan hangat. Sesuatu yang saya masih belajar untuk malakukan... Dan itu pernah dilakukan olah saudara yang mendahului kita. Semoga dilapangkan kuburnya Alfatihah.. Sugeng weekend apapun yang terjadi harus tetap berusa

Berbagi #BantuGresik Lawan Covid-19

Kondisi saat ini khususnya di Indonesia sedang menghadapai pandemi yang mengakibatkan beberapa goncangan, pertama yaitu kesehatan yang berhadapan langsung dengan COVID-19, kedua goncangan ekonomi yang merusak tatanan ratusan negara di dunia. Selain sektor wisata, travel dan bisnis yang mengharuskan kehadiran manusia. Kehidupan ekonomi kecil seperti warung, PKL, pengemudi ojol merasakan langsung dampak pandemi ini. Oleh karena itu meneruskan ide dari Pak Adi Wisnugraha untuk membuaat gerakan #bantugresik, sejak tanggal 7 April 2020 secara resmi diposting di akun instagram Inigresik. Tenu dengan niat sedikit membantu, walaupun tentu jauh dari harapan merata kesemua warung dan pengemudi ojol Dari beberapa postingan di grup social media, kami amati dan miris melihat tidak sedikit yang bernada miring, tetapi tidak terlalu ngefek karena memang sudah watak dan sudah dipastikan tidak interest dengan kegiatan yang positif. Disisi lain tidak sedikit yang mendukung dengan

Event Terakhir Sebelum Ada Pembatasan Wilayah

Sedikit bercerita, sekitar pertengahan bulan lalu tepatnya di 15 Maret 2020 atau tepatnya pas hari pembatalan event kirab budaya Gresik karena ada virus Covid-19. Beberapa hari sebelumnya saya dihubungi oleh Cak Lim sebagai ketua TIK Gresik untuk menggantikan pengisi sebelumnya yang berhalangan. Artinya event ini adalah event terakhir dan pertanda berhentinya hiruk pikuk kegiatan diberbagai daerah. Karena temanya Hari Hak Konsumen Internasional, saya disuruh mengisi terkait keamanan dalam menggunakan internet. Dengan menggandeng salah satu provider di Indonesia saya sedikit sharing saja terkait  pengalaman dalam mengelola salah satu akun lokal @inigresik,  berikut cuplikannya.

Ngobrol Santai Terdokumentasi Bareng Komika

Beberapa bulan ini, saya mencoba untuk mendokumentasikan percakapan dengan seseorang. Tentunya dengan ijin terlebih dahulu untuk saya upload ke platform gratisan youtube. Dengan maksud agar apabila ada hal positif atau menginspirasi bisa dilihat oleh orang lain, tidak sekrang mungkin suatu saat nanti. Jadi saya tidak melihat view dulu. Bersyukur dengan alat yang tidak terlalu ribet seperti tripot (dikasih orang) dan kamera DSLR (beli bekas) serta sound menggunakan handphone yang sudah pecah kacanya bisa terlaksana juga. Biasanya tidak terkonsep, tidak ada text dan bertanya mengalir saja. Ini salah satu video percakapan dengan salah satu komika Indonesia Wawan Saktiawan asal Malang. barangkali ada yang berminat menyimak. Video Pertama  Video Kedua